Timlo Sastro Solo yang Melegenda - Catatan Perjalanan Untari

Thursday, December 28, 2017

Timlo Sastro Solo yang Melegenda

Yang pertama kali terbersit di pikiran pas denger kata timlo ya grup lawak Teamlo. Itu loh yang anggotanya kalo ga salah ada 6 orang. Yang wajahnya unik-unik. Yang kalau ngebanyol sambil nyanyi mlesetin lagu-lagu populer. Dan yang paling terkenal Aa Jimi alias Aa Gym kawe.

Nah ternyata timlo itu sebenernya nama makanan loh. Yang konon dalam kamus kuliner, timlo adalah makanan berkuah atau sejenis sup yang isinya  kembang tahu, daging ayam, jeroan ayam, sosis solo dan telur pindang.  Untuk kuahnya berwarna bening dan encer. Kalau baca deskripsinya sih keliatannya enak ya, makanya saya penasaran. Sudah sampai Solo masak ga cobain.


Timlo Sastro Pasar Gede

Salah satu tempat tepat untuk menikmati timlo solo yang otentik ada di Timlo Sastro Pasar Gede.  Dan jangan datang kesiangan atau kita bisa kebagian kuahnya aja. Sejak jam 6 warung ini sudah mulai buka lho.

Meski letaknya ada di enggok-enggokan pasar Gede dan di seberang ada tempat sampah dengan baunya yang aduhai, kenyataannya Timlo Sastro ga pernah sepi pengunjung dan ga gampang cari parkiran. Dan meski kami termasuk kaum kesiangan, untungnya masih kebagian nasi timlo biasa dan timlo sosis telur pindang. Kalau minumnya sih teh anget aja sudah cukup.

nasi timlo biasa


timlo sosis telur

Nasi timlo biasa yang dipesan suami ternyata isinya jeroan ayam *pemuja jeroan lalu bersorak, yaitu potongan ati dan rempela, kemudian disiram kuah bening dan ditaburi bawang goreng. Rasa jeroannya asin meresap tapi kalau dimakan bareng kuah dan nasinya ya jadi lumayan pas.

Buat si kecil kami pesan Timlo Sosis Telur karena emang Aito pecinta telur ayam. Dan pas saya icip, welah..kok lebih cocok yang ini. Meski sama-sama ada potongan jeroan ayam yang asin, tapi juga dilengkapi Irisan sosis solo ukuran jumbo dan telur pindang yang berasa manis. Nah itulah yang jadi penyeimbang rasa asinnya jeroan ayam meski dimakan tanpa nasi.

Beruntung setelah pesanan kami hampir habis, para pengunjung yang datang kemudian ternyata pada ga kebagian telur pindang, kesian deh loe.

Santap Timlo ditemani live musik

Di Timlo Sastro bukan cuma sensasi makannya yang asik karena sesekali mencium bau dupa atau semerbak sampah di seberang. Tapi juga sembari makan bisa mendengarkan alunan musik dari pengamen jalanan yang memang mangkal di sini. Bolehlah sisihkan sedikit untuk mereka supaya bisa njajan timlo juga. Soalnya untuk ukuran kota Solo yang bisa dibilang lebih terjangkau daripada Semarang, harga semangkok timlo sastro lumayan ehem.

Timlo Sastro Halal

Dan untuk muslim yang selalu awas soal menu halal, Timlo Sastro insyaallah halal kok. Kemarin yang jadi kasir juga mba (atau ibu) berjilbab.

Jadi kalau main ke Solo trus pengen kulineran masakan legenda asli kota budaya ini, jangan lupa mampir ke Timlo Sastro di belakang Pasar Gede Hardjodipuro ya. Rekomended banget!

2 comments:

  1. Aku kremenyes liat Timlonya, Mbak Uun. Saking gak ada yang jual, kudu bikin sendiri. Satu panci besar, abis sekali makan di rumah. Semuanya suka. Gak ada yang nolak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gampang ya mba bikinnya? Jujur aq ga mudeng krn baru nyoba kemaren

      Delete