Plesiran ke Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso Karanganyar


Indonesia itu negara yang kaya pemandangan alamnya, termasuk juga kebun teh di dataran tinggi. Tapi kenapa perkebunan teh yang paling sering masuk TV rasa-rasanya cuma di Puncak, Bogor? Hampir setiap musim liburan pasti lalu lintas menuju Puncak Ciawi macetnya luar binasa dan kok pada rela bermacet ria berjam-jam di jalan raya? Misalnya lagi macet gitu terus kebelet pipis gimana? Kalo cowok si pake botol, lha kalo cewek? Po rak mblewer 😂

Eh lho bukannya ga penasaran kebun teh itu bagusnya kaya apa lho. Yo sebenere penasaran banget. Apalagi selama kerja 2 tahun (cuma 2 taun wis njaluk macem-macem ^_^) di distribusi teh kering tapi ga pernah diajak piknik ke perkebunan tehnya. Asline yo aku ndongkol pak 😞.

Alhamdulillah bojoku galak apikan. Meski nunggu 6 taun dari masa resign, akhirnya dia membawaku juga ke perkebunan teh yang ada di Jawa Tengah, tepatnya di kabupaten Karanganyar.

Kebun teh Kemuning yang berada di kecamatan Ngargoyoso ini letaknya ada di kaki gunung Lawu. Dan karena ketinggiannya sekitar 800-1150 mdpl, hawanya sangat enak dan sejuk. Orang kota yang biasa menghirup polusi macam saya harus dipuas-puaskan tarik napas di sini. Tapi jangan lupa hembuskan lagi lho ya. Lewat atas atau lewat bawah juga boleh asal ojo banter-banter.

Area kebun teh kemuning yang dijadikan agrowisata sangatlah luas dan ada beberapa titik. Meski sempat bingung mau pilih yang mana tapi akhirnya kami pilih di lokasi yang sama dengan Taman Bintang.

Taman yang katanya baru dibuka januari 2018 itu ternyata kemarin sudah boleh dimasuki wisatawan. Tapi berhubung harus bayar padahal parkir sudah keluar 5000 ya mending ga usah deh #dasar medit.

Berjalan-jalan di areal perkebunan teh aja sudah cukup memuaskan kok, pokoknya sejauh mata memandang bakal disuguhi hamparan pohon teh setinggi perut orang dewasa yang pastinya bisa jadi bekgron foto-foto kekinian.


Dan ternyata ga cuma kebun teh aja yang bisa dinikmati di Kemuning. Beberapa meter dari spot bertuliskan Kalimas Kemuning memang ada sungai kecil dengan bebatuan besar tapi airnya jernih banget. Di sekitar sungai ini ada beberapa penjual minuman dan jajanan oleh penduduk setempat. Jadi ga usah khawatir kalau haus atau pengen ngemil, dari pengalaman kemarin pun harganya ga 'nutuk' alias mencekik.

Untuk turun ke sungai, wisatawan bisa nyebrang dulu lewat jembatan bambu berhiaskan kukusan yang digantung di atasnya. Jangan lupa cekrek upload dulu di jembatan Kalimas Kemuning ini, soalnya itu latar belakangnya gunung Lawu lho cuy.

Setelah berhasil turun ke kali, meski cuaca cerah dan hawa di perkebunan tidak terlalu dingin, tapi air kalimas masih benar-benar maknyes seperti air dari kulkas. Si kecil yang tadinya saya kira bakalan kapok setelah celupin kaki, eh malah minta kungkum mencari wangsit, duh! Kan ga bawa baju renang nak.

Akhirnya setelah setengah jam main air di kalimas, antara puas ga puas kami pun memutuskan kembali ke parkiran. Lagipula makin siang lokasi juga tambah ramai. Dan sebelum lanjut ke tempat wisata selanjutnya, kok sayang kalau ga beli teh dari perkebunan kemuning, yang dijual 8000-12000 per bungkusnya tergantung jenis teh dan variannya.


Jadi kalau ke Karanganyar cari lokasi wisata yang adem jangan lupa ya mampir ke Kemuning.

4 comments for "Plesiran ke Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso Karanganyar"

Comment Author Avatar
Coba kapan-kapan ke kebun teh yang di Wonosobo mb Unt..
Comment Author Avatar
Iya mba Ika, kalo tanjakannya ga tinggi pengen kesana
Comment Author Avatar
Selalu suka pemandangan dan udara di kebun teh :)
Comment Author Avatar
Hijau ya bagus buat mata