Mampir Beli Thiwul di Gathot Thiwul Yu Tum Gunung Kidul

Gathot Thiwul adalah salah satu panganan tradisional Indonesia. Bahan bakunya adalah singkong atau ketela pohon. Dulu gathot dan thiwul cukup banyak dijual di pasar dan bakul jajanan tradisional. Tapi sekarang sepertinya sudah jadi makanan langka.

Beruntung waktu untaritravelnotes dolan ke Gunung Kidul, di sepanjang jalan banyak penjual gathot thiwul khas daerah ini. Tapi karena ada banyak penjual dan engga tahu mana yang rekomended, akhirnya kami melipir ke bakul yang saat itu masi ada slot parkiran, dan akhirnya nemu Gathot Thiwul Yu Tum.

Lokasi Gathot Thiwul Yu Tum ada di Jl. Wonosari - Yogya, Gading I, Playen, tepatnya di seberang Lapangan AURI. Penandanya selain tampak jelas billboardnya yang cukup gede, juga ada hiasan kukusan berwana-warni di atas area parkir.


Waktu kami datang, Yu Tum sedang sepi pembeli. Hanya ada 2 orang yang antri. Langsung saja kami pesan seporsi gathot dan thiwul. Tapi sayang, ternyata gathot yang saya idamkan sudah habis. Hiks....


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan kami selesai dibuat. Dikemas dalam dus kotak ukuran sedang, saya ga sabar langsung membuka wadahnya begitu kembali duduk di mobil.

Dan waktu dibuka, thiwul fresh from the dandang yang ada di pangkuan langsung mengepulkan asap. Wah, mantap benar.

Saya cermati benar bentuknya yang mirip tumpeng, tapi tanpa puncak. Ini artinya saat dicetak, kukusannya dibalik sehingga membentuk legokan kerucut terbalik.

Setelah diicip, secara rasa agak berbeda dengan thiwul rasa manis gurih di cilacap yang biasa saya makan saat kecil. Yang khas Gunung Kidul ini terasa dominan manis dan lebih lembut, apalagi di sela-sela thiwul yang padat diberi gula jawa. Betul-betul nge-blend pas di mulut tapi ga bikin eneg.

Pertama kalinya menjajal thiwul asli Gunung Kidul dan langsung kepincut, besok kalau lewat Gunung Kidul lagi, saya mau mampir lagi ah beli thiwul dan gathot (yang kemaren kehabisan). Apalagi katanya, thiwul punya kandungan kalori yang lebih rendah daripada nasi. Cocok deh ini buat yang lagi diet sebagai sumber karbohidrat alternatif.

Untuk teman-teman yang penasaran bagaimana rasa thiwul, yuk berkunjung ke Gunung Kidul.

16 comments for "Mampir Beli Thiwul di Gathot Thiwul Yu Tum Gunung Kidul"

Comment Author Avatar
Ya ampum sumpah aku ngiler lihatnya
Udah lama euy gak makan tiwul
Ngebayangin makan tiwul yang empuk dengan rasa manis gula merah
Enaknyaaaaa
Comment Author Avatar
aku jadi pengen lagi karena baca komentar ini
Comment Author Avatar
Masha Allah, tiwulnya besar sekali. Penasaran jadi pengen icip-icip ^_^
Comment Author Avatar
Aku belom pernah coba tiwul penasaran rasanya sama kaya gethuk gitu gak sih kak? Kayanya sama sama enak ya sama sama dari singkong.
Comment Author Avatar
Duluuuu...mamahku suka beli tiwul di Pasar Minggu. Ada ketan itemnya, getuk lindri dan yang bulat2 itu apa ya namanya..lupa. Apakah sama dengan tiwul yang mbak ceritain? Hihihihi.. enak rasanya manis2 khas. Kangen makan ini jadinya hehehe.
Comment Author Avatar
Ku Penasaran rasanya Thiwul itu seperti apa, suka ada yang lewat depan rumah tapi belum pernah beli. haha.
Comment Author Avatar
yaampun gimana dong aku sedih baru tau ada yang namanya thiwul ini dan baru lihat juga bentuknya seperti ini, hiiiks rasanya gimana ya? jadi penasaran
makasih udah nulis ini mba aku jadi tau sekarang
Comment Author Avatar
Aku kok kelewat terus makan thiwul pas ke gunung kidul. Padahal makanan khas yang unik ya. Next time deh. Terakhir kesono malah nya right Belalang Goreng. Duh
Comment Author Avatar
Enak banget ini Gathot Thiwul. Sepertinya setiap daerah memiliki cita rasa Gathot Thiwul yang berbeda ya. Di kampungku juga sudah mulai langka yang jualan Gathot Thiwul.
Comment Author Avatar
Setiap kali ke Jogja dan Gunung Kidul maka seringnya beli Bakpia untuk oleh-oleh. Gathot Thiwul ini bisa jadi rekomendasi lah ya kalau aku ke Gunung Kidul lagi
Comment Author Avatar
Biasanya oleh-oleh yang sering fresh from oven itu Bakpia. Ini Gathot Thiwul juga fresh from the dandang. Enak banget kan ya pastinya.
Comment Author Avatar
Waah..Kusuka nih Thiwul manis begini. Jadi ingat masa kecil sering dioleh-olehi jajanan ini saam nenek kalau ke pasar. Kalau Gatot aku agak kurang suka sih..kenyil2 hehe..
Comment Author Avatar
Aku juga suka makan Thiwul karena rasanya manis. Memang lebih enak kalau Thiwul dimakan saat masih hangat. Rasanya enak tentu saja.
Comment Author Avatar
Huaaa mauu, semoga situasi aman kembali dan kita bisa jalan-jalan lagi, nikmat Allah yang mana yang kita dustakan..
Comment Author Avatar
Jaman dulu aku suka banget makan tiwuk dan gatot, eh sekarang pengen tapi yg jualan udah gak ada. Kalau dulu sering ada ibu2 yg keliling sih.
Comment Author Avatar
Tiwul sudah banyak dikenal di tengah-tengah masyarakat. Tiwul terbuat dari singkong yang diolah dengan cara dikukus. Meski terlihat sederhana, namun Tiwul memiliki ciri khas rasa yang berbeda. Tiwul pun saat ini dapat dengan mudah ditemukan yaitu di pedagang kaki lima. Tiwul yang awalnya terlihat sangat tradisional kini sudah dikemas dengan lebih menarik, sehingga terkesan modern. Tiwul pun dijual oleh pedagang kaki lima dengan harga yang ekonomis. Oleh karenanya Tiwul dapat dinikmati oleh banyak kalangan. Tiwul pun dibuat langsung oleh pedagang lengkap dengan gula merah sehingga menjadikan tiwul terasa manis. Tiwul pun cocok dinikmati dalam kondisi hangat dibandingkan dinikmati ketika dingin, karena sangat hangat lebih empuk.