Lunpia Cik Me Me Lunpia Halal Khas Semarang - Catatan Perjalanan Untari

Sunday, March 25, 2018

Lunpia Cik Me Me Lunpia Halal Khas Semarang


Coba nanya sama orang Jakarta, kalau denger kata Semarang apakah yang mereka ingat? Pasti ga jauh-jauh dari wingko babat, lawang sewu, tugu muda atau lunpia. Nah yang terakhir itu, kata lunpia memang sudah melekat banget sama citra oleh-oleh Semarangan.

Padahal ya, saya cukup lama di Semarang tapi ga pernah doyan sama yang namanya lunpia isi rebung khas Semarang. Kalaupun mau makan paling pol setengah porsi, seringnya malah cuma ngicip segigit aja. Lha emang kenapa sih? Ya karena lunpia isian rebung identik berbau pesing dan terasa aneh. Bingung juga kenapa banyak yang suka.
Tapi pendapat lunpia rebung ngga enak itu sekarang sudah berubah. Gara-gara pernah mencicipi lunpia yang satu ini nih : Lunpia Cik Me Me. Nah apa sih istimewanya lunpia Cik Me Me?

Lunpia Cik Me Me buat saya bukan sembarang lunpia. Selain varian original yang berisi rebung dan telur seperti lunpia di luar sana ada juga 5 varian lainnya yaitu crab, raja (rasa jamur) nusantara, kajamu (kambing jantan muda), fish kakap, dan plain. Favorit saya ada 2, kajamu dan juga raja nusantara yang ada kacang metenya.

Tapi tahu ngga yang spesial dari Lunpia Cik Me Me selain punya bermacam varian? Yaitu semua lunpia buatannya ga ada yang bersensasi pesing dan ga ada lagi rasa aneh yang sering saya temukan dari lunpia lainnya. Bahkan yang plain pun juga nyikmaat. Kenikmatannya makin terasa kalau kita makan si lunpia ini satu paket dengan daun bawang, saus coklat, cabe dan acar yang disajikan bareng di wadah kertasnya. Cluenya colek/ lumuri lunpia dengan saus, gigit si lunpia, lanjut gigt daun bawangnya dan lengkapi pake acar. Si cabe bisa diceplus kemudian kalo doyan pedes.

Buat umat muslim pun lunpia Cik Me Me 'aman' dikonsumsi. Karena sudah tersertifikasi halal MUI, dan terus diperpanjang oleh Cik Me Me sendiri untuk menjawab keragu-raguan pembeli muslim soal bahan baku lunpia apakah bersinggungan dengan komposisi non halal. Dan ini belum ada tandingannya di Semarang lho.

Sejak mencobanya beberapa bulan lalu, nih sampai sekarang saya jadi sering kangen sama lunpia cik Me Me. Kadang setelah jemput si kecil pulang sekolah kami naik gojek kesana. Karena di gerainya ada playground untuk anak-anak jadi saya ga khawatir si kecil bakal bosan. Sembari bundanya makan lunpia, si kecil bisa dibiarkan bermain mobil-mobilan atau lompat-lompat di trampolin. Dan saat waktu shalat tiba pun tersedia fasilitas ruang mushola yang bersih.

Lunpia Cik Me Me selain bisa dibeli di gerai utamanya juga bisa dipesan melalui telepon minimal pemesanan 100 ribu rupiah. Kalau mau jumlah kecil juga bisa lewat Gojek ya. Atau yang terlanjur diburu waktu naik pesawat, jangan khawatir karena ada juga counter Lunpia Cik Me Me di bandara A. Yani.

Lunpia Cik Me Me 
Jl. Gajahmada No.107, Miroto, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
Buka mulai pukul 05.00–22.00
Telepon: (024) 3511007 / 085 100 000 727

No comments:

Post a Comment