Menikmati Sensasi Body Rafting di Sungai Citumang


Liburan akhir taun waktunya cari kegiatan yang berkesan!

Sekian lama mendambakan sesuatu yang berbeda dan menantang akhirnya plesiran kali ini kami ke CITUMANG gaes!



Lokasi sungai Citumang ga jauh dari pantai Pangandaran, tapi ada pantai yang lebih dekat lagi dari Citumang yaitu pantai Batu Hiu.

Sebelum ke sana sebenernya kami melirik Green Canyon yang pastinya lebih femes *famous. Tapi info pemilik homestay tempat kami menginap, ke Green Canyon butuh waktu lebih lama untuk bereksplorasi. Maka akhirnya kami putuskan ke Citumang aja.

Citumang punya jalur rafting lebih pendek dari Green Canyon, yaitu sekitar 2 kilometer. Karena ga terlalu panjang, total body rafting di sungai Citumang hanya berkisar 1,5 jam- 2 jam saja. Apalagi kalau dalam 1 regu ga terlalu banyak orang. Seperti kami kemaren yang hanya berisi 2 orang, yaitu saya dan suami.

Biaya Body Rafting di Citumang


Untuk mengikuti body rafting di Citumang awalnya kami harus membayar 125 ribu rupiah per orangnya (makin banyak peserta bisa makin murah). Namun setelah ngobrol dengan Bapak pemandu, karena ga include dapat snack jadi biaya dipotong 10ribu rupiah.

Setelah urusan bayar dan isi data beres kami pun digiring untuk memakai pelampung. Ternyata dalam 1 tim, pelampung yang digunakan harus berwarna sama. Pelampung pemandu beda warna lagi.

Bapak pemandu juga melarang peserta bawa barang-barang apapun apalagi emas, berlian, sertifikat rumah, deposito. Haha itu tinggal aja di rumah ya. Untuk dokumentasi cukup serahkan 1 smartphone ke guide yang nantinya bakalan dipegang dengan aman dan profesional.

Body Rafting di Citumang yang Tak Terlupakan


Ternyata kami ga ngerafting bareng si Bapak tapi diserahkan ke juniornya yang jauh lebih muda, mungkin baru berusia 18 tahun dan kalau ga salah namanya Dani. Sayangnya kami ga sempat foto bareng karena ga sabar pengen segera memulai rafting.

Oh iya, biarpun muda, si Aa Dani ini kemampuannya ga diragukan lho. Ia sudah hapal betul seluk beluk Sungai Citumang.


Sebelum masuk sungai, Dani nawarin saya terapi ikan di sebuah kolam. Ga ngerti jenis ikan apa, tapi begitu kaki dicelupkan ke air, segerombolan ikan langsung mendekati telapak kaki.

Nyam-nyam-nyam, mereka asyik menikmati kulit mati di kaki. Rasanya antara geli dan ngeri. Tapi saya perhatikan si ikan-ikan lebih suka kaki saya yang sebelah kanan. Sementara kaki kiri kelihatan sepi peminat 😅. Kenapa ya?

Gak lebih dari 15 menit, saya sudah beranjak dari kolam. Dah ga sabar body rafting cuy. Tapi, sebelum mulai kami berdoa dulu dong. Semoga kegiatan body rafting berjalan dengan lancar.

bagian dalam gua sungai Citumang 

Sebuah gua adalah titik pertama yang harus dimasuki di Sungai Citumang. Saat masuk ke gua, Suami memutuskan nungguin aja dan ga ikut serta. Nah pas mau masuk kan ada batu yang datar seperti meja. Dani nawarin saya mau lompat ga dari situ. Karena penasaran sama sensasinya dan banyak yang lompat saya mau aja. 

Byur.......Air masuk lewat mulut dan hidung. Sempet gelagepan karena ga bisa menghirup oksigen. Tapi Aa pemandu suruh saya tenang dan rileks selama beberapa detik, akhirnya situasi pun terkendali. Hahaha kalau diingat-ingat lucu. 

Oya, bagi yang bernyali besar, di mulut gua ada akar pohon yang bisa dipanjat, kurang lebih tujuh meter lah. Dan kalau cukup berani silahkan aja memanjat dinding gua lewat akar tersebut, kemudian terjun ke air. Kalau ini saya sih NO.
bagian depan gua sungai Citumang
Suwer di sini rasanya campur aduk antara terasa terharu, bersyukur, terpesona, sekaligus agak merinding. Maklum ya namanya GUA pasti gelap dan jadi membayangkan ada apa saja di dalamnya (terutama airnya). Tapi suwer, rasa super excited mengalahkan ketakutan saya.


Jalur selanjutnya setelah dari gua, Aa pemandu mengajak kami mengikuti aliran sungai Citumang. Untungnya hari itu ga hujan dan air sungai terlihat hijau jernih.

Bebatuan di Citumang juga banyak yang tajam dan beberapa sangat licin, tapi jika kita benar-benar mematuhi jalur yang diarahkan oleh guide maka semua aman-aman saja. Termasuk kapan waktunya nyebur atau lompat.

Aktivitas di sungai Citumang ga cuma kampul-kampul di air. Kemarin pun, saya sempat mencoba gelantungan ala Tarzan.

Seharusnya tangan menggenggam erat ke akar dan berayun dulu sebelum menjatuhkan diri di air. Tapi dasar amatiran, ketika baru saja sedikit berayun, ternyata tangan sudah lepas dari akar dan kadung kejebur ke sungai.

Pengen marah sama diri sendiri tapi akhirnya malah ketawa. Seketika merasa bodoh, hahaha. Apalagi sudah mengkritik orang lain yang berAUO sebelum saya. Wkwkwkw. Gimana ya, ternyata tangannya licin kena air (alesan 😂).



Jika sama sekali ga mau gelantungan atau lompat dari ketinggian pun, di Sungai Citumang tetep rekomended. Si Aa pemandu yang tahu pak suami ogah beradrenalin menyarankan kami 'kereta-keretaan' saja sambil menikmati suasana.

Gerakannya simpel, peserta cukup tiduran dengan kepala menghadap ke arah yang berlawanan dengan arus. Lalu anggota di urutan selanjutnya harus memegang kaki anggota depannya, eh apa belakangnya ya. Hambuhlah pokoknya gitu, hihi.

Sambil ditarik Aa Dani, kami santuy menikmati nuansa pepohonan dan hutan Citumang yang asri. Aa Dani sempat info kalau hutan ini dihuni oleh monyet-monyet tapi mereka biasa keluar setelah hari gelap.


Akhirnya, trek sungai Citumang sepanjang kurang lebih 2 km pun harus berakhir di titik pintu waduk Citumang. Selain kelaparan, kami juga mulai kepanasan. Matahari sudah tepat di atas kepala karena kami usai rafting pukul 12.30 tepat.

Alhamdulillah. Semuanya kegiatan body rafting kami di Sungai Citumang hari itu lancar dan sangat berkesan. 

Tonton video Untaritravelnotes body rafting di Citumang yuk



10 Komentar untuk "Menikmati Sensasi Body Rafting di Sungai Citumang"

  1. Wah jadi keinget pengalam seru saat body rafting sama temen-temen kuliah! Sensasinyaaa, hehe. Merasa tertantang, deg-degan juga, lucu juga karena ada temen yang nangis. Indonesia memang seindah itu ya Mbaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran pengen ngulang lagi ya mba. Seru

      Hapus
  2. Wah kalo spot ini mah harus bawa temen rame-rame, rugi kalo cuman berduaan doang

    BalasHapus
  3. Aku kepengen lihat air sungainya yang jernih banget. Yuk mba, kesana kagu ngajakin beberapa teman tapi nunggu ujannya istirahat dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang lebih asyik kalau rame-rame. kalo berdua tok dah gtu yang satu setengah mager itu ya gemanaaa. hahaha

      Hapus
  4. Paling seru dari Citumang itu buat saya loncat-loncatnya, di pinggir gua sama di pohon sebelum garis finish. Deg-degannya ngalah-ngalahin pengumuman hasil ujian semester. Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang lompat 9 meter itu ya. Wah ampun dah aku liat orang lain lompat aja serem banget

      Hapus
  5. tempat kerenn sekali buat yang punya nyali gede...saya harus ke sana kalahkan derasnya air sungai...

    BalasHapus
  6. Belum pernah body rafting, kayaknya asyik banget ya Mbak. Makasih rekomendasinya, Green Canyon juga bikin mupeng buat disamperin. Airnya bening banget. Bersih dan seger pastinya.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel