Sate Ayam Margasari Bukan Sate Ayam Biasa

 
Sate adalah salah satu kuliner Indonesia yang biasanya disajikan berselimut saus kacang atau saus kecap. Saus kacang umumnya untuk sate ayam dan sambel kecap buat sate kambing. Kan gitu tampilan sate madura atau kalau kita bikin sate sendiri di rumah.

Tapi beda lagi dengan sate ayam Margasari, fyi Margasari adalah nama salah satu kecamatan di kota Tegal. Meski sate ayam Margasari ini letaknya di jalan jend Ahmad Yani, kecamatan Mintaragen, Tegal, tapi penikmat kuliner Tegal sejati pasti ga akan melewatkannya kalau ada kesempatan menyambangi si kota bahari ini.

Yo saya juga begitu, apalagi suami yang asalnya dari Brebes-Tegal dan memperkenalkan sate ayam Margasari 4 tahun lalu, dijamin ga bakal lupa mampir warungnya yang dicat dominan warna kuning (karena disponsori salah satu merk teh).

Liburan tahun baru kemarin sebenarnya pesimis, karena sampai di Tegal malam hari dan baru bisa jalan-jalan di hari Minggu, kami ga berharap bisa menikmati sate Margasari.

Memang, sate ayam ini biasanya hanya buka Senin-Sabtu aja. Tapi alhamdulillah jadi rejeki kami, meski sebenarnya ga merencanakan untuk lewat jl. A. Yani, justru pak suami lihat kalau warung malah buka. Yo wis langsung mlipir dan parkir.

Di warung yang ga seberapa luas dan mungkin hanya menampung maksimal 25 orang dengan agak dempet-dempetan itu sudah ada beberapa pelanggan yang duduk di kursi. Kami pun kemudian memesan 10 tusuk saja dengan lontong, ga lupa teh anget biar ga seret.

Baca Juga: Berburu Sate Kambing Tirus di Tegal
  Oiya, pesan sate di Tegal bukan seperti pesan sate di Semarang, yang biasanya menyebut 1 porsi berarti 10 tusuk. Tapi mereka menyebutnya 1 kodi, alias berisi 20 tusuk. Jadi daripada salah mending sebutkan berapa tusuk yang mau kalian pesan. Selain itu penjual bakal menanyakan apakah sate akan disantap pakai lontong, kupat atau nasi putih. Kalau saya sih lebih afdol pakai lontong. Kecuali kondisi lapar banget terpaksa pake nasi putih.


Bumbu Kuning di Sate Ayam Margasari


efek foto jadi kelihatan agak coklat
Ini bumbu kuning yang disiram ke sate dan lontongnya
Sate ayamnya menurut saya sedikit lebih besar ukuran dagingnya dibanding sate madura dan bisa pesan daging, campur kulit atau sate ati ampela yang katanya gede-gede banget. 

Setelah dibakar, sate akan dsajikan dengan disiram bumbu kuah berwarna kuning mirip kuah kari, tapi rasanya bukan seperti kari yang umumnya dominan rempah-rempah. Nah kalau mau agak pedas bisa ditambah sambal kecap yang disertakan di wadah kecil. Endeuz deh citarasanya. Kalau tanpa sambal kecap, si sate dan kuah kuningnya sama sekali tidak pedas, jadi untuk anak-anak pun boleh makan.

Sate Ayam Margasari dengan tempatnya yang kecil tapi nyatanya selalu rame dan pengunjung datang silih berganti untuk pesan dimakan di tempat atau dibawa pulang. Pokoknya kalau ke Tegal jangan lupa mampir dulu di Sate Ayam Margasari ya. Penandanya gampang kok, warungnya ada di sebelah atm BNI. Dan karena bakarannya diletakkan di depan, kita bisa mencium aroma sate daging ayam dibakar dulu untuk makin memancing napsu makan saat datang berkunjung.

0 Comments